MODEL
PELAYANAN PENDIDIKAN
Pendidikan
untuk anak autistik usia sekolah bisa dilakukan di berbagai penempatan.
Berbagai model antara lain:
1. Kelas transisi
Kelas ini
diperuntukkan bagi anak autistik yang telah diterapi memerlukan layanan khusus
termasuk anak autistik yang telah diterapi secara terpadu atau struktur. Kelas
transisi sedapat mungkin berada di sekolah reguler, sehingga pada saat tertentu
anak dapat bersosialisasi dengan anak lain. Kelas transisi merupakan kelas
persiapan dan pengenalan pengajaran dengan acuan kurikulum SD dengan
dimodifikasi sesuai kebutuhan anak.
2. Program
Pendidikan Inklusi
Program ini
dilaksanakan oleh sekolah reguler yang sudah siap memberikan layanan bagi anak
autistik. Untuk dapat membuka program ini sekolah harus memenuhi persyaratan
antara lain:
- Guru terkait telah siap menerima anak autistik
- Tersedia ruang khusus (resourse room) untuk penanganan individual
- Tersedia guru pembimbing khusus dan guru pendamping.
- Dalam satu kelas sebaiknya tidak lebih dari 2 (dua) anak autistik.
- Dan lain-lain yang dianggap perlu.
3. Pragram
Pendidikan Terpadu
Program
Pendidikan Terpadu dilaksanakan disekolah reguler. Dalam kasus/ waktu tertentu,
anak-anak autistik dilayani di kelas khusus untuk remedial atau layanan lain
yang diperlukan. Keberadaan anak autistik di kelas khusus bisa sebagian waktu
atau sepanjang hari tergantung kemampuan anak.
4. Sekolah
Khusus Autis
Sekolah ini
diperuntukkan khusus bagi anak autistik terutama yang tidak memungkinkan dapat
mengikuti pendidikan di sekolah reguler. Anak di sekolah ini sangat sulit untuk
dapat berkonsentrasi dengan adanya distraksi sekeliling mereka. Pendidikan di
sekolah difokuskan pada program fungsional seperti bina diri, bakat, dan minat
yang sesuai dengan potensi mereka.
5. Program
Sekolah di Rumah
Program ini
diperuntukkan bagi anak autistik yang tidak mampu mengikuti pendidikan di
sekolah khusus karena keterbatasannya. Anak-anak autistik yang non verbal,
retardasi mental atau mengalami gangguan serius motorik dan auditorinya dapat
mengikuti program sekolah di rumah. Program dilaksanakan di rumah dengan
mendatangkan guru pembimbing atau terapis atas kerjasama sekolah, orangtua dan
masyarakat.
6. Panti
(griya) Rehabilitasi Autis.
Anak
autistik yang kemampuannya sangat rendah, gangguannya sangat parah dapat
mengikuti program di panti (griya) rehabilitasi autistik. Program dipanti
rehabilitasi lebih terfokus pada pengembangan:
(1) Pengenalan diri
(2) Sensori motor dan persepsi
(3) Motorik kasar dan halus
(4) Kemampuan berbahasa dan komunikasi
(5) Bina diri, kemampuan sosial
(6) Ketrampilan kerja terbatas sesuai minat, bakat dan potensinya.
(1) Pengenalan diri
(2) Sensori motor dan persepsi
(3) Motorik kasar dan halus
(4) Kemampuan berbahasa dan komunikasi
(5) Bina diri, kemampuan sosial
(6) Ketrampilan kerja terbatas sesuai minat, bakat dan potensinya.
Dari
beberapa model layanan pendidikan di atas yang sudah eksis di lapangan adalah
Kelas transisi, sekolah khusus autistik dan panti rehabilitasi.
DI POSKAN OLEH WHANNIK RIPTININGSIH
TANGGAL :19
NOVEMBER 2012
PUKUL :14:41

izin copas
BalasHapus