Pages

Selasa, 13 November 2012

GEJALA-GEJALA AUTIS


Gejala-gejala Autis
Gejala autisme
Sejumlah gejala biasanya diperlihatkan oleh anak yang menderita autisme.
1. Gangguan dalam bidang komunikasi verbal maupun nonverbal, seperti:
            -  Terlambat bicara atau tidak dapat bicara.
            - Mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat dimengerti orang lain.
            - Tidak mengerti dan tidak mengeluarkan kata-kata dalam konteks yang sesuai.
            - Bicara tidak digunakan untuk komunikasi.
            - Meniru atau membeo (ekolalia). Beberapa anak sangat pandai menirukan nyanyian,           nada maupun kata-katanya, tanpa mengerti artinya.
2. Gangguan dalam bidang interaksi sosial, misalnya:
            - Menolak atau menghindar untuk bertatap mata.
            - Tidak menoleh bila dipanggil.
            - Merasa tidak senang dan menolak untuk dipeluk.
            - Tidak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan orang lain.
            - Bila ingin sesuatu ia menarik tangan orang lain yang terdekat dan mengharapkan tangan orang itu membantu melakukan sesuatu untuknya.
            - Bila didekati untuk bermain justru menjauh.
            - Tidak berbagi kesenangan untuk orang lain.
3. Gangguan dalam bidang perilaku dan bermain:
            - Ia seolah tidak mengerti cara bermain. Bila sudah senang dengan satu mainan tidak     mau mainan yang lain dan cara bermainnya juga aneh. Yang paling sering adalah keterpakuan pada roda atau sesuatu yang berputar.
            - Ia sering juga memerhatikan jari-jarinya sendiri, kipas angin yang berputar atau air yang bergerak. Perilaku yang ritualistik sering terjadi, misalnya kalau bepergian harus melalui rute tertentu, saat bermain harus melakukan urutan-urutan tertentu.
            - Anak dapat terlihat hiperaktif sekali, misalnya tidak bisa diam, lari ke sana sini tidak terarah, melompat-lompat, berputar-putar, memukul-mukul pintu atau meja, mengulang-ulang suatu gerakan tertentu. Kadang-kadang terlihat perilaku melukai diri sendiri, anak memukul kepala sendiri atau membenturkan kepala ke dinding.
            - Kadang anak terlalu diam, misalnya duduk diam bengong dengan tatapan mata yang kosong, bermain secara monoton dan kurang variatif secara berulang-ulang, duduk diam terpukau oleh suatu hal, misalnya bayangan atau benda berputar.
4. Gangguan dalam bidang perasaan/emosi:
            - Tidak ada atau kurangnya rasa empati. Ia tak kasihan melihat anak lain menangis melainkan merasa terganggu.
            - Tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah-marah tanpa sebab yang nyata.
            - Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum), terutama bila tidak mendapat yang diinginkannya, bahkan bisa menjadi agresif dan destruktif.
5. Gangguan dalam persepsi sensoris:
            - Mencium-cium, menggigit atau menjilati benda apa saja.
            - Bila mendengar suara keras langsung menutup telinga.
            - Tidak menyukai rabaan atau pelukan. Jika digendong cenderung merosot atau melepaskan diri dari pelukan.
            - Merasakan sangat tidak nyaman bila memakai pakaian dari bahan tertentu

POSTING PADA TANGGAL :13/11/2012
PADA PUKUL :20:11
SUMBER:Widihastuti setiati.(2007).Pola Pendidikan Anak Autis.Yogyakarta:Fajar Nugraha Autism Center Fnac Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar