DETEKSI DINI GANGGUAN AUTISME
Dari hasil buku yang
telah saya baca ,jika seseorang anak autis teridentifikasi sejak dini ,maka
penangganan dapat segera di lakukan dan hasilnya lebih ptimal.Keterlambatan
diagnosa dapat mengakibatkan tertundanya anak mendapatkan penangganan.
Untuk
menegagkan diagnosis di perlukan obsevasi dan wawancara dengan orang
tua,terutama tentang riwayat perkembangan anak .Kesalahan dalam membuat
diagnosis dapat menyebabkan kesalahan
dalam penatalaksanaan nya
Untuk
mendeteksi apakah anak mengalami gangguan autime kita perlu mengetahui kriteria
dan gejala gejala gangguan autismeYemina ( 2006;2)mengemukakan beberapa
kriteria dan gejala gangguan autis antara lain
Tanda-tanda awal Autism
Spectrum Disorders ( ASD)oleh S.Harris 1989(terlampir )
Ø CHAT(Checkist
Autism in Toddler).Checklist ini di kembangkan sederhana untukmenolong dokter
umum ,guru,orang tua,petugas kesehatan guna menskrining anak sampai usia balita
atou di bawah tiga tahun.
Ø CARS
atau Childhood Autism Raiting Scale (terlampir)
Ø DSM
IV(Diagnosis and Statistical Manual of Menal Disorders edisi ke empat)yang
mensyaratkan terpenuhinya minimal 6 gejala dari 12 perilaku yang menjadi
ciri-ciri autisme(terlampir)
Diagnosa yang sangat
sederhana yang bisa di lakukan sendiri oleh para orang tua ialah dengan
membandingkan perilaku ananknya sendiri dengan anank tetangga atau anak saudara
yanng umumnya sebaya.
Sebagai orang yang
paling dekat dengan keseharian anak,maka ada beberapa hal yang menurut strategi
(2005;6)dapat dilakukan oleh orang tua dalam penaganan dini,yakni:
v BIMBINGAN
KELUARGA
Setelah anak
terdiagnosa sebagai autis,bukan hanya anak yang mendapat penanganan tetapi
termasuk juga orag tuanya.Orang tua telah mengalami banyak kebinggungan sebelum
akhirnya mendapatkan vonis bahwa anaknya penderita autis yang kemungkinan pula
disertai dengan retadasi mental.
Orang tua biasanya
merasa kecewa,patah semangat,mencari pengobatan kemana mana serba khawatir
terhadap masa depan anaknya dan lain-lain.Dalam kondisi seperti ini sebaiknya orang
tua mendapatkan “home training “
Home training itu
sendiri berupa bimbingan yang dilakukan oleh
Ø Para
ahli yang terdiri dari dokter,psikiater,psikolog dan paedagog para ahlli itu
harus menerangkan apa,apa,mengapa.dan
bagaimana penaganan anak autis
Ø Para
guru ,trainer memberikan latihan-latihan sederhana untuk di praktekan di rumah
khususnya dalam memberi stimulasi kepada anknya dalm bidang latihan panca
iindera
Kalau tenaga trainer
tidak dimungkinkan ,maka orang tua dapat mempelajari video home training agar
orang tua dapat mempelajari dan dapat mempraktekannya ,memberi latihan-latihan
dasar pada anak di rumah (sekarang ada yayasan MPATI yang memproduksi dan
mendistributorkan secara gratis dvd tebtabg penagganan anak autis di rumah
dengan memakai metode ABA atau metode Lovaas
DI POS KAN OLEH:WHANNIK.R
Tanggal :17
november 2012
Pukul :08:40
Tidak ada komentar:
Posting Komentar