Pages

Jumat, 16 November 2012

DETEKSI DINI GANGGUAN AUTIME



DETEKSI DINI GANGGUAN AUTISME

Dari hasil buku yang telah saya baca ,jika seseorang anak autis teridentifikasi sejak dini ,maka penangganan dapat segera di lakukan dan hasilnya lebih ptimal.Keterlambatan diagnosa dapat mengakibatkan tertundanya anak mendapatkan penangganan.
            Untuk menegagkan diagnosis di perlukan obsevasi dan wawancara dengan orang tua,terutama tentang riwayat perkembangan anak .Kesalahan dalam membuat diagnosis dapat menyebabkan  kesalahan dalam penatalaksanaan nya
            Untuk mendeteksi apakah anak mengalami gangguan autime kita perlu mengetahui kriteria dan gejala gejala gangguan autismeYemina ( 2006;2)mengemukakan beberapa kriteria dan gejala gangguan autis antara lain

Tanda-tanda awal Autism Spectrum Disorders ( ASD)oleh S.Harris 1989(terlampir )
Ø  CHAT(Checkist Autism in Toddler).Checklist ini di kembangkan sederhana untukmenolong dokter umum ,guru,orang tua,petugas kesehatan guna menskrining anak sampai usia balita atou di bawah tiga tahun.
Ø  CARS atau Childhood Autism Raiting Scale (terlampir)
Ø  DSM IV(Diagnosis and Statistical Manual of Menal Disorders edisi ke empat)yang mensyaratkan terpenuhinya minimal 6 gejala dari 12 perilaku yang menjadi ciri-ciri autisme(terlampir)

Diagnosa yang sangat sederhana yang bisa di lakukan sendiri oleh para orang tua ialah dengan membandingkan perilaku ananknya sendiri dengan anank tetangga atau anak saudara yanng umumnya sebaya.
Sebagai orang yang paling dekat dengan keseharian anak,maka ada beberapa hal yang menurut strategi (2005;6)dapat dilakukan oleh orang tua dalam penaganan dini,yakni:

v  BIMBINGAN KELUARGA
Setelah anak terdiagnosa sebagai autis,bukan hanya anak yang mendapat penanganan tetapi termasuk juga orag tuanya.Orang tua telah mengalami banyak kebinggungan sebelum akhirnya mendapatkan vonis bahwa anaknya penderita autis yang kemungkinan pula disertai dengan retadasi mental.
Orang tua biasanya merasa kecewa,patah semangat,mencari pengobatan kemana mana serba khawatir terhadap masa depan anaknya dan lain-lain.Dalam kondisi seperti ini sebaiknya orang tua mendapatkan “home training “

Home training itu sendiri berupa bimbingan yang dilakukan oleh
Ø  Para ahli yang terdiri dari dokter,psikiater,psikolog dan paedagog para ahlli itu harus  menerangkan apa,apa,mengapa.dan bagaimana penaganan anak autis
Ø  Para guru ,trainer memberikan latihan-latihan sederhana untuk di praktekan di rumah khususnya dalam memberi stimulasi kepada anknya dalm bidang latihan panca iindera
Kalau tenaga trainer tidak dimungkinkan ,maka orang tua dapat mempelajari video home training agar orang tua dapat mempelajari dan dapat mempraktekannya ,memberi latihan-latihan dasar pada anak di rumah (sekarang ada yayasan MPATI yang memproduksi dan mendistributorkan secara gratis dvd tebtabg penagganan anak autis di rumah dengan memakai metode ABA atau metode Lovaas
                         DI POS KAN OLEH:WHANNIK.R
                Tanggal           :17 november 2012
                Pukul                       :08:40

Tidak ada komentar:

Posting Komentar